Profile – Abiya H. Muhammad Baydhawi bin H. Muchtar

MIN, MTSN di Ulee Glee. pada Tahun 1996 Melanjutkan Pendidikan ke dayah Mudi Mesra Al Aziziyah Pimpinan Abu MUDI Pada Bulan Muharram.

Setelah Tujuh Tahun Menempuh Pendidikan Di mudi Tepat Pada Tahun 2003  Abiya Mengajar Di mudi mesra Setelah Menunaikan Ibadah Haji Ditanah Suci. 

Abiya mengajar Di MUDI Sampai Sekarang Sudah 16 Tahun. Dalam Pengajarannya banyak idenya yang cemerlang dalam mengembangkan Pendidikan Dengan metode hafalan dan tahqiq. Beliau Mengkhatamkan berbagai kitab Arab klasik dan gundul seperti Tasawuf Tauhid Dan Fiqih. Salah Satunya Adalah kitab yang sangat menumental di pondok pesantren adalah kitab Kanzu Ragibin Syarah Minhaj al-Thalibin Karangan Imam Jalaluddin al-Mahalli Dalam Jangka 4 Tahun. dan Di Bidang Tasawuf Minhaj al-‘Abidindalam jangka 1,5 tahun dan ditambahkan kitab – kitab Tauhid Dusuki Serta kitab alat alat seperti ilmu nahwu, Saraf, maani, Bayan Dan Badi’.

Pada usia 25 tahun beliau menikah dengan salah satu putri ABUMUDI bernama Nurul A’la Rabi’ah ‘Adawiyah (Ummah). Inimengisyaratkan bahwa Abiya memang layak menjadi menantu Abu MUDI karena beliau mempunyai ilmu yang mendalam dan memiliki pikiran yang jenius.

 

*Dakwah*

Selain menjabat sebagai guru MUDI Mesjid Raya dan wadir III beliau juga aktif dalam beberapa majelis dakwah di berbagai tempat di Aceh dengan metode yang modern baik di kampung-kampung maupun di Kota. 

abiya

bukan hanya kalangan masyarakat biasa tapi para pejabat pemerintah banyak yang hadir mendengarkan ceramah,Tausiah dan zikir. Beliau juga Turut aktif di Lajnah Bahtsul Masail dan mubahasah ulama di  Aceh dan selalu berargumen di depan para intelektual baik kalangan pesantren dan juga akademisi.

Setiap kajian baik untuk Umum dan khusus selalu live streaming di media sosial supaya Dakwahnya bisa disaksikan oleh masyarakat yang jauh bahkan sempai keluar negeri.

 

*Tariqah*

Beliau juga ahli Tariqah Naqsyabandiyah, Syaziliya, Syathariyah & Qadiriyyah.

Sekarang beliau menjabat sebagai wakil Mursyid Tariqah Naqsyabandiyah al-Waliyyah yang bersumber dari Abuya Muhammad Wali Al Khalidi Di Aceh. Karena jabatan beliau sebagaiWakil Mursyid, maka setiap bulan Ramadhan beliau selalumembimbing para jamaah suluk dan tawajjuh di Dayah MUDI.

 

*Organisasi*

Dalam bidang organisasi pernah menjadi anggota Rabithah Taliban Aceh (RTA), HUDA Dan sekarang juga sebagai anggota Litbang Majelis TASTAFI ( Tasawuf Tauhid Dan Fiqih).

 

*Kata kata bijak dari Abiya*

*Ibadah bagaikan Binatang liar, maka jadikan dirimu sebagai pawang nya yang bisa mengendalikannya setiap saat.

*Hati hati dengan makanan haram karena akan menyulitkan tubuh dalam ibadah.

*Anak adalah Amanah bagi kita serta akan menjadi Saham didunia ini ketika kita mati. Maka titipkanlah ilmu agama untuk mereka.

*Ilmu Dayah adalah warisan ulama yang bernilai tinggi

46482510_2092233834423980_2700109234481135616_n